Just another WordPress.com site

KENDALA PENGEMBANGAN KELINCI

ASTRODIHARDJO et al. (1992) mengatakan bahwa beberapa kendala   pengembangan kelinci antara lain: 1) daging kelinci belum memasyarakat, 2) harga dagingnya belum terjangkau oleh daya beli masyarakat, 3) kurang gencarnya promosi tentang perlunya masyarakat mengkonsumsi daging kelinci. Kendala non teknis diduga lebih kuat pada pengembangan kelinci sebagaimana diutarakan oleh SARTIKA et al. (1998) yang mengatakan ditinjau dari segi preferensi sebetulnya daging kelinci tidak mengalami kendala yang serius, namun kendala mengkonsumsi daging kelinci diduga dari segi psikologis yang mengungkapkan adanya rasa sayang, atau kasihan dalam pemotongannya maupun dalam hal memakannya. Kendala secara teknis banyak ditemui tentang faktor kematian yang mencapai lebih dari 20% pada tingkat umur potong.

DIWYANTO et al. (1985) mengatakan bahwa budidaya ternak yang dilakukan masyarakat masih perlu ditingkatkan melalui perbaikan tatalaksana pemeliharaan. Oleh karena itu diperlukan langkah kongkrit untuk memperkecil atau meniadakannya melalui penyuluhan budidaya dan pemahaman terhadap nilai kemanfaatan kelinci bagi kebutuhan gizi masyarakat. Perlu dipertimbangkan terhadap pengadaan tempat pemotongan yang dilokalisir sehingga perasaan kasihan bagi peternak dapat dihindari. Dilain pihak dengan adanya tempat pemotongan khusus ternak kelinci akan mempermudah pengumpulan kulit bulunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s